BOLTIM  

Penguatan Posyandu Boltim Ditutup Bupati

Penguatan Posyandu Boltim Ditutup Bupati Boltim Oskar Manoppo
 
 

Bupati Boltim Tutup Kegiatan Penguatan Posyandu dan Dorong Optimalisasi Layanan Dasar

Penguatan Posyandu Boltim Ditutup Bupati Boltim Oskar Manoppo

Lingkar8 – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Oskar Manoppo, resmi menutup kegiatan Advokasi, Koordinasi, dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kelompok Kerja Operasional Posyandu Puskesmas, kecamatan, PKK, dan mitra terkait dalam pengelolaan Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Posyandu sebagai bagian dari Transformasi Layanan Primer. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Luwansa, Manado, Sabtu (22/11/2025).

Penutupan kegiatan ini menjadi penanda komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas layanan kesehatan dasar melalui sinergi antarlembaga di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa.


Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor di Tingkat Kecamatan dan Desa

Penguatan Posyandu Boltim Ditutup Bupati Boltim Oskar Manoppo

Dalam sambutannya, Bupati Oskar menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan kualitas pelayanan dasar berjalan optimal. Menurutnya, sinergi antara Posyandu, PKK, pemerintah kecamatan, dan desa merupakan elemen fundamental dalam memperkuat sistem kesehatan masyarakat.

“Perkuat sinergi dan koordinasi Posyandu serta PKK di tingkat kecamatan dan desa, sehingga penyajian data dari masing-masing SKPD, kecamatan, dan desa dapat tersusun dengan baik saat dibutuhkan di tingkat kabupaten,” ujar Bupati.

Ia menilai bahwa ketersediaan data yang akurat dan terstruktur sangat diperlukan untuk mendukung pengambilan kebijakan, terutama terkait pelayanan ibu dan anak, kesehatan lingkungan, dan program prioritas lainnya yang menjadi fokus Posyandu.

Baca Juga  Bawaslu Boltim Gelar Raker Pengelolaan Barang Dugaan Pelanggaran

Harapan Pemerintah terhadap Implementasi Hasil Bimtek

Penguatan Posyandu Boltim Ditutup Bupati Boltim Oskar Manoppo

Bupati Oskar juga menyampaikan harapannya agar seluruh peserta yang mengikuti kegiatan dapat meneruskan materi dan panduan teknis yang diterima kepada perangkat kerja di wilayah masing-masing. Ia menilai bahwa pemahaman bersama mengenai penguatan layanan primer merupakan langkah awal untuk mewujudkan pelayanan yang lebih efektif dan merata.

“Harapan saya, Bapak/Ibu dapat menyampaikan dan menindaklanjuti hasil kegiatan ini di tingkat kecamatan dan desa. Insya Allah, ke depan persoalan data akan semakin tertata sehingga saat tim kabupaten maupun provinsi turun, semuanya sudah terangkum dengan baik,” kata dia.

Menurutnya, transformasi layanan primer tidak dapat berjalan hanya melalui instruksi pada tataran kabupaten. Progres nyata justru berada pada implementasi di lapangan, terutama di tingkat kecamatan dan desa yang bersinggungan langsung dengan masyarakat.


Transformasi Layanan Primer sebagai Prioritas Daerah

Kegiatan ini berkaitan dengan agenda nasional mengenai transformasi layanan kesehatan primer, yang mencakup penguatan Pustu, Posyandu, dan layanan berbasis komunitas. Pemerintah Kabupaten Boltim menilai bahwa peningkatan kapasitas tenaga Posyandu dan operator lapangan merupakan bagian penting dalam memastikan kualitas layanan dasar tetap terjaga.

Posyandu dianggap sebagai pilar utama pelayanan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan. Sementara Pustu menjadi penghubung antara layanan primer tingkat desa dan pelayanan yang lebih komprehensif di puskesmas. Dengan demikian, kolaborasi yang baik dari seluruh unit kerja menjadi salah satu syarat utama dalam memastikan layanan kesehatan berjalan efektif.

Melalui kegiatan advokasi dan Bimtek ini, peserta dibekali dengan pengetahuan terkait pengelolaan data kesehatan, mekanisme koordinasi antarinstansi, serta pendekatan pelayanan berbasis masyarakat yang lebih responsif.


Pentingnya Ketertiban Data bagi Evaluasi dan Perencanaan

Salah satu fokus yang kembali ditekankan Bupati Oskar adalah penataan data kesehatan. Ia menilai bahwa banyak persoalan yang terjadi di lapangan berkaitan dengan ketidakteraturan penyajian data, baik pada tingkat desa, kecamatan, maupun Dinas Kesehatan.

Baca Juga  Prestasi Gemilang: Guru SMPN 1 Modayag Raih Peringkat Pertama dalam Lomba Asah Digital 2.0 Se-Sulut

Bupati berharap materi Bimtek dapat menjadi acuan bagi satuan kerja untuk memperbaiki sistem pendataan. Menurutnya, ketika data kesehatan terstruktur dengan baik, proses evaluasi kebijakan, intervensi kesehatan, hingga penyaluran program dapat berjalan lebih terukur.

“Masing-masing unit kerja harus menata data dengan baik. Ini penting agar ketika tim kabupaten maupun provinsi melakukan evaluasi, semua informasi sudah tersaji secara lengkap dan akurat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penyusunan data yang rapi juga akan mendukung peningkatan akuntabilitas layanan dan mempermudah perencanaan program kesehatan di masa mendatang.


Keikutsertaan Pimpinan Daerah dalam Kegiatan Penutupan

Penutupan kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Hendra Tangel. Hadir pula Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Rahman Hulalata, serta Kepala Dinas Kesehatan, dr. Minarni Manoppo, bersama jajaran.

Keikutsertaan para pejabat tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan transformasi layanan primer berjalan sesuai rencana dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait.

Kepala Dinas Kesehatan dr. Minarni Manoppo menilai bahwa kegiatan advokasi dan Bimtek ini penting untuk meningkatkan kualitas kerja Posyandu dan operator lapangan. Ia menegaskan bahwa penguatan layanan primer membutuhkan partisipasi aktif seluruh tenaga kesehatan, perangkat desa, dan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Rahman Hulalata menambahkan bahwa pemerintah desa memiliki peran sentral dalam keberhasilan pengelolaan Posyandu dan pengawasan kesehatan masyarakat. Menurutnya, koordinasi yang lebih kuat dapat meningkatkan efektivitas layanan dan mempercepat pencapaian target pembangunan daerah.


Komitmen Berkelanjutan Penguatan Posyandu dan Layanan Dasar

Penguatan Posyandu Boltim Ditutup Bupati Boltim Oskar Manoppo

Melalui kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari itu, Pemerintah Kabupaten Boltim berharap semua materi akan diterapkan secara konsisten pada unit kerja masing-masing. Pemerintah daerah menilai bahwa penguatan layanan primer membutuhkan kesinambungan dan tidak cukup hanya melalui satu kali sosialisasi.

Baca Juga  Pemda Boltim Gencar Memerangi Stunting: Angka Stunting Berhasil Diturunkan di Boltim!

Dengan transformasi layanan primer sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional, peran pemerintah daerah semakin krusial dalam memastikan implementasi yang adaptif dengan kondisi lokal.

Kegiatan regenerasi kader Posyandu, penguatan fungsi PKK, serta pemanfaatan Pustu sebagai pusat layanan terdekat bagi masyarakat juga menjadi prioritas ke depan. Pemerintah daerah berkomitmen melakukan pengawasan dan evaluasi secara berkala untuk memastikan seluruh elemen menjalankan tugasnya sesuai standar.

Penutupan kegiatan ini menandai langkah lanjut Pemerintah Kabupaten Boltim dalam memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat. Dengan sinergi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, desa, serta kader Posyandu dan PKK, Bupati berharap pelayanan kesehatan dasar dapat semakin efektif, responsif, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

sumber : berita.boltimkab.go.id


Penguatan Posyandu Boltim Ditutup Bupati Boltim Oskar Manoppo. Penguatan Posyandu Boltim Ditutup Bupati Boltim Oskar Manoppo. Penguatan Posyandu Boltim Ditutup Bupati Boltim Oskar Manoppo. Penguatan Posyandu Boltim Ditutup Bupati Boltim Oskar Manoppo. Penguatan Posyandu Boltim Ditutup Bupati Boltim Oskar Manoppo. Penguatan Posyandu Boltim Ditutup Bupati Boltim Oskar Manoppo. Penguatan Posyandu Boltim Ditutup Bupati Boltim Oskar Manoppo. Penguatan Posyandu Boltim Ditutup Bupati Boltim Oskar Manoppo. Penguatan Posyandu Boltim Ditutup Bupati Boltim Oskar Manoppo. Penguatan Posyandu Boltim Ditutup Bupati Boltim Oskar Manoppo. Penguatan Posyandu Boltim Ditutup Bupati Boltim Oskar Manoppo. Penguatan Posyandu Boltim Ditutup Bupati Boltim Oskar Manoppo.